Surga Lebih Dekat pada Pemaaf

Ada satu kisah yang selalu teringat dan terbayang saat beranjak ketempat tidur untuk beristirahat. Kisah ini sangat menginspirasiku untuk meneladaninya. Kisah seorang sahabat nabi yang sudah sangat sering di bawakan oleh para ustadz di banyak majelis ta’lim. Kisah ini tentang kejernihan hati dan kelapangan dada juga tentang keikhlasan memaafkan. Di dalam kisah itu tersebutlah seorang lelaki yang dikabarkan oleh nabi bahwa ia akan menjadi salah satu ahli surga. Ini adalah sebuah jaminan dari nabi yang tidak berkata-kata bila bukan berdasarkan wahyu yang diturunkan dari Rabb semesta alam. Aktor lainnya dalam kisah ini adalah Abdullah bin Amr bin Ash. Rupanya beliau sangat penasaran dan berusaha untuk menyelidiki keistimewaan apakah yang dimiliki lelaki ini hingga ia mendapatkan jaminan surga dari nabi?

sandarkan hidup untuk gapai ridho Allah

Rasa penasaran  membawanya hingga bermalam di rumah sang lelaki surga. Satu malam, dua malam, hingga tiga malam, tak juga ia temukan keistimewaan yang ia cari karena menurut pengamatannya, si lelaki surga ini hanyalah seorang lelaki yang menjalankan kehidupannya sebagaimana orang kebanyakan. Bahkan ibadah yang ia lakukan juga hanyalah ibadah – ibadah biasa dan standard, tidak ada yang luar biasa, tidak ada yang istimewa. Lalu apa yang membuatnya menjadi ahli surga? Singkat cerita, Abdullah bin Amr bin Ash akhirnya berterus terang dengan menanyakannya pada lelaki yang bersangkutan. Ia bertanya kepadanya amalan apa kiranya yang lelaki ini lakukan hingga membuat nabi memberikan jaminan padanya bahwa ia akan memasuki surga. Jawaban lelaki surga inilah yang selalu ku ingat bila hendak tidur beristirahat di malam hari. Ia mengaku bahwa ia selalu menutup harinya dengan menngikhlaskan apa yang orang lain lakukan pada dirinya. Rasa kecewa, sakit hati, merasa terdhzolimi atau apapun yang ia rasakan karena sikap orang lain padanya, ia selalu memaafkan dan menganggapnya selesai pada saat itu juga. Bisa jadi ada orang yang tidak menyadari bahwa ia telah menyakiti, tapi lelaki surga ini memilih untuk memaafkan tanpa harus berlama-lama dengan rasa sakit yang terkadang justru akan menyiksa diri sendiri. Maka memaafkan adalah sumber kebahagiaan karena memaafkan akan memberikan efek tersendiri bagi hati. Tak sampai disitu, ia pun menjaga dirinya agar tak  merasa iri terhadap apa yang diberikan Allah kepada orang lain. Tidak ada dendam yang tertinggal di dalam hati. Yang ada hanyalah kebahagiaan sebagai buah dari lapangnya hati. Ini sungguh akhlaq yang mengagumkan. Bayangkan saja bila kita bangun di pagi hari dengan rasa dendam dan kesal pada orang lain, pasti kita akan kesulitan menjalani aktivitas pada hari itu. Sebaliknya, bila kita mengawali hari dengan perasaan yang lega dan ringan, tentunya kita akan mudah beramal sholih dan memanfaatkan setiap detik yang allah berikan dari usia kita. Apakah ini mudah? Aku tak mengatakan itu. Tapi melatih diri untuk memiliki akhlaq yang seperti itu, menurutku perlu dicoba!

Advertisements

Bali dan Australia

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hai semuanyaaa,,, udah cukup lama blog ini tersisihkan rutinitas saya yang lain, yaa mau gimana lagi, udah berusaha sekuat tenaga mengatur waktu tapi tetap saja, waktu yang 24 jam itu terasa kurang, sepertinya saya harus banyak berdoa agar Allaah memberikan keberkahan dalam waktu saya sehingga bisa melaksanakan semua aktivitas dengan baik.

Aktivitas belajar berdagang yang hampir memonopoli jatah waktu saya per harinya ternyata cukup memberikan pelajaran. Banyak hal yang saya pahami kemudian saya catat dalam hati dan pikiran. Karena toko saya berada di Bali, tepatnya di daerah legian yang mana banyak tourist dari mancanegara yang berlalu lalang dan menghampiri toko saya otomatis membuat saya semakin akrab dengan tourist dari luar negeri. Most of them adalah pelancong dari Australia. Saya pikir Bali memang memiliki nilai lebih sebagai daya tarik yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain di Indonesia. Selain keelokan alam yang menjadi modal utama, masyarakat Bali yang masih melestarikan kebudayaannya apalagi ditambah sifat penduduk lokal yang memang ramah sepertinya mampu menarik perhatian kaum wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung. Terlebih bagi orang Australia yang menganggap Indonesia khususnya Bali sebagai tetangga atau rumah kedua bagi mereka. Setiap tahunnya tourist dari Australia selalu mendominasi jumlah wisatawan yang datang ke Bali. Khusus untuk negara yang satu ini, masih ingat kan kasus yang sempat merenggangkan Continue reading

Hidup itu adalah Belajar

Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sahabat pembaca, Saya semakin mengerti bahwa kita tidak sepenuhnya berkuasa terhadap hidup kita. Seperti saya misalnya, selalu terinspirasi oleh banyak orang yang kisah hidupnya saya baca dari buku-buku atau dari majalah. Segala informasi yang saya dapatkan membuat rencana saya atau cita-cita saya sejak kecil hingga beberapa waktu lamanya selalu berubah-ubah. Dulu saya pernah memiliki cita-cita menjadi seorang dokter spesialis kandungan karena gak ingin ditangani oleh dokter laki-laki disaat melahirkan. Saya juga pernah memiliki beberapa keinginan lain, seperti menjadi violinis atau seorang pemain biola, menjadi seorang guru, dan masih banyak keinginan-keinginan lain yang pernah saya miliki. Ketika Membaca kisah sukses para pengusaha dalam bisnis atau perdagangannya membuat saya juga memiliki keinginan untuk menjadi pedagang yang sukses. Bahkan untuk keinginan yang satu ini membuat saya tidak tertarik atau mungkin tidak sempat berfikir untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Apalagi ditambah dengan banyak kisah hidup mereka yang menjalani usahanya dari bawah tanpa gelar sarjana, toh mereka bisa sukses, pikir saya waktu itu. Selain itu sebagai seorang wanita, saya tidak pernah berpikir untuk bekerja di perusahaan dan mengharap gaji yang diberikan atasan, hal itu tidak pernah sekalipun menjadi keinginan saya. Lagipula, saya telah terbiasa hidup dan dibesarkan dalam atmosfer pedagang, yang mana bagi seorang pedagang, dialah yang menggaji orang lain bukan orang lain yang menggajinya. Jadi untuk apa saya harus bersusah payah menyulitkan diri sendiri untuk mengejar beberapa huruf dibelakang nama sebagai titel bila pada akhirnya tujuannya adalah bekerja dan digaji orang lain? Sedangkan saya tidak menginginkannya? Bukankah lebih sederhana jika saya mengikuti jejak orang tua sebagai pedagang? Pemikiran yang terbilang sempit itu membuat saya tak sedikitpun merasa bersalah. Karena saya pikir tak ada untungnya melanjutkan pendidikan kalo pada akhirnya ilmu itu tak akan saya manfaatkan. Setiap hari saya hanya disibukkan membantu ayah di toko-membantu berdagang, walaupun nilai saya sejak SMA cukup baik dan ibu guru yang pernah menjadi wali kelas kami pernah menanyakan kabar tentang saya kepada sodara saya yang juga sekolah di SMA yang sama, guru saya itu menanyakan apa aktivitas saya saat ini, dimana saya kuliah? sodara saya menjawab bahwa saya sedang membantu ayah berjualan. Dan seketika itu ibu guru menyayangkan, kenapa saya tidak kuliah padahal banyak anak-anak lain yang memiliki keinginan untuk kuliah tapi terkendala masalah biaya, sedangkan saya, soal dana sebenarnya bukan menjadi masalah. Pada saat itu saya tetap kekeh pada pemikiran saya sendiri, bahwa saya lebih memilih untuk belajar berdagang.

Pada saat menjalankan aktivitas rutin itu banyak pengalaman yang saya dapatkan, hal yang masih teringat adalah ketika untuk pertama kalinya dompet saya berisi uang satu juta rupiah. Walaupun uang itu bukan uang saya melainkan uang orang tua, hehe. Tapi ada rasa bangga dihati bahwa itu adalah hasil penjualan saya sendiri hari itu. Karena tidak mudah melayani pembeli apalagi dari luar negeri karena kebetulah toko ayah saya ini di daerah wisata tepatnya di seminyak, Bali. Senangnya bukan main, ngerasa sudah seperti business woman, hehe. Dengan memilih tidak melanjutkan kuliah berarti saya betul-betul ingin fokus dalam hal dagang-berdagang, singkat cerita, akhirnya saya punya toko sendiri, horeee! Itu artinya saya yang akan mengelola uang saya sendiri, dengan kata lain saya yang jadi boss, hehe, walaupun tidah sepenuhnya profesional karena orang tua saya tetap memantau dan memberi bantuan. Lagipula sebagian modal usaha adalah uang pinjaman dari bank dengan memakai jaminan deposito kakek saya. Banyak dari teman-teman yang sering melontarkan pertanyaan kepada saya soal kesibukan saya dan selalu saja pertanyaan mereka adalah “kamu kuliah dimana Ri?” tidak sedikit juga dari mereka yang lebih dulu memilih menikah maka mereka akan menanyakan, “Udah nikah belum Ri?” tapi pikiran saya lebih tercurahkan kepada bagaimana mengumpulkan uang lebih banyak. Dengan begitu hutang di bank cepat dapat saya lunasi. Oh ya, sebelumnya saya sempat mendaftar di universitas swasta pada jurusan kedokteran gigi. Namun setelah mengikuti tes tulis, para peserta dibagikan formulir sumbangan yang menjelaskan seberapa besar kemampuan dan kesanggupan kami memberi sumbangan pada kampus dan jumlah minimalnya gak nanggung-nanggung, 80 juta!!! Continue reading

Yaa Rabb, Kau-lah tujuanku

Ya rabb, bagaimana mungkin aku tidak patut bersyukur, padahal nikmatMu padaku terlampau banyak dan tak mampu ku menghitungnya, seberapa seringpun aku mencoba mengelak untuk mengakui, tetap saja imanku menunjukkan besarnya limpahan kasih sayangMu padaku

Ya rabb, bagaimana mungkin aku bahagia jika yang aku lihat pada diriku adalah kelemahan dan kekurangan sedangkan aku melihat kelebihan orang lain, lalu dengan bodohnya aku melakukan perbandingan. Apa yang sebenarnya harus didamba dalam perjalanan hidup ini yang bahkan Nabi pun mengumpamakannya bak bangkai yang tiada seorangpun mau untuk sekedar melirik apalagi memiliki, bukankah panjangnya masa hidup di dunia begitu singkat, sesingkat musafir yang berteduh di bawah pohon lalu tak lama kemudian ia pun berlalu dan melanjutkan perjalanan. Lagipula, Kau tak melihat pada pakaian dan harta mereka melainkan jauh menusuk ke dalam hati mereka yang paling dalam. Dan jika masih tersimpan sedikit saja kebaikan di dalamnya, tentu dia tidak akan terhina. Dalam segala episode hidupku ini aku menyadari betapa Kau telah memberikan pendidikan padaku, tepat pada hal-hal yang menjadi kelemahanku. Agar aku memiliki kemampuan untuk mengatasi kelemahan itu dan perlahan-lahan mengubahnya menjadi kelebihan. Apa yang menjadi keinginanku kusadari tak sepenuhnya baik bagiku. Agar Kau mejelaskan padaku bahwa kehendakMu tidak pernah meleset. Akan selalu baik dan selalu membahagiakan bila aku bersabar menunggu dan bertawakkal padaMu. Setiap pertolongan orang lain untukku adalah berkat kehendakMu. Karena meskipun seluruh apa yang ada di langit dan di bumi bersatu untuk melakukan sesuatu bila itu tidaklah menjadi kehendakMu, niscaya tidak akan pernah terjadi. Lalu akupun belajar untuk melakukan apa yang bisa kulakukan saat ini juga. Karena tadi pagi sesaat setelah aku bangun dari tidur, ku menyadari hari kemarin telah meninggalkanku dan tak mungkin kembali walaupun untuk sekedar memberiku kesempatan memperbaikinya. Urusanku sejatinya adalah denganMu, agar Kau melihat seperti apa amalku, baik atau buruk?

This time is full of test!

This time is full of test! Our course will end soon. Yesterday we got our project. Our teacher, Miss Widya asked us to make a presentation about something that we could choose to present in front of the class.

I chose to present a brief biography of a well known person, his name is Bill Gates, he is the richest man in the world. I prepared my presentation very well I thougt. I discribed about him: he has 76 billion dollars, it’s fantastic, isn’t? He built company (Microsoft) since he was 20 years old althougt he never completed his college in university because he dropped out from Harvard university. He has a home worth 250 million dollars and must pay 1 million dollars for the tax. Now he chooses to be the filantrophy with his wife after establishing Bill and Gates Foundation and has donated 24 billion dollars. I also completed with some picture about him. I’m sure everything was ready and had been saved in my flashdisk well.

But unfortunately, Continue reading